Selasa, 25 November 2014

Teacher Day


 25 November diperingati sebagai hari Guru Nasional. Inilah salah satu event yang kami nanti-nanti. Dengan penuh suka cita kami menyusun rencana untuk memperingati Hari Guru.

Pertama kali kami merayakan hari guru itu saat kelas XI SMK. Kok kelas XI ? kan waktu kelas X masih kuper bin kudet. Hahaha

Ada beberapa lagu wajib yang harus and mesti kudu dinyanyikan meski dengan suara pas-pasan bahkan cenderung kurang. Diantaranya ialah Hymne Guru, Terimakasihku, Terima Kasih Guruku, Sempurna, Bunda, dll (dan lupa lagi). Juga ada sepenggal puisi yang selalu dibacakan oleh orang yang pendiam namun cenderung petakilan (nah loh ?). uniknya puisinya itu gak pernah ganti dari hari ke hari. Dari tahun ke tahun. Oiyaa kami biasa merayakan Hari Guru ini Satu Minggu. Itu wajib. Bahkan jika ada guru yang absen diminggu tersebut, diminggu berikutnya tetap mendapatkan Surprise dari kami.

Juga ada beberapa ritual yang wajib dilakukan, yakni menyanyikan lagu wajib, pembacaan puisi, dan ini acara inti yang paling sakral, yaitu mendengarkan kisah dari Guru tentang perjalanannya dan perjuangannya untuk menjadi Guru. Tangis dan tawa menjadi satu di fase ini.

Ada pak Salman Ismail yang nangis didepan kelas saat berbagi cerita, kontan saja beberapa murid pun ikut terharu dan dengan baik hati ada murid yang tak bisa disebutkan namanya (alias lupa) memberikan selembar tissue pada beliau. Siapa hayo yang pernah liat pak salman nangis ? hehehe

Gak cuma pak salman yang nangis dikelas, juga ada Bu Suharmi, Bu Win, Pak Mawi, dan Bu saidah. Bahkan tangis paling sedih keluar saat pelajaran Bu Ikrimah, karena saat itu juga beliau berpamitan tidak bisa mengajar lagi. Lalu sebagai hadiah, setangkai bunga mawar dari tas Anisa Syukriah pun diberikan.

Terus bu Eliza pun sempat berbagi cerita sebelum pergi ke Riyadh. Sebelumnya Beliau berkata “ibu tau, ini salah satu cara kalian biar ga belajar. Ini modus” lantas tertawa. Anak-anak satu kelas pun membantah jika ini modus dan mengatakan kalau ini tulus. (Duhilaah Ketauan. Hahaha.)

Lalu Pak Marhadi juga berbagi cerita yang hebat tentang masa muda beliau. Beliau menceritakan pengalaman hidupnya yang Mengagumkan loh !!

Dan masih banyak lagi guru-guru yang membagi kisah hebat mereka kepada kami. Maaf tak bisa disebut satu-satu. Karena memang hampir semua guru yang mengajar dikelas kami membagi kisah hebatnya dimoment hari guru. Ini tidak mengurangi rasa hormat kami dan tidak melupakan kisah hebat itu.

Tak hanya kami yang memberikan kejutan kepada guru, ada satu guru inisialnya Pak Husni, beliau memberikan kejutan berupa ulangan mendadak setelah kami menyanyikan lagu wajib. Kebayang kan tuh siapa yang lebih terkejut ??

Tapi ada satu guru yang menolak mentah-mentah mendengar suara kami, sebut saja namanya Pak Edi. Dengan jujur beliau mengatakan “stop stop. Fales fales. Diem diem”. Namun kami tak gentar, dan tetap bernyanyi. Coba tebak apa yang beliau lakukan ? beliau duduk lalu pakai headset. Haaaap. Kitapun diam. Dan jujur pak, bapak lah guru yang paling jujur. Hahaha

Dan ini nih yang paling special. Ada derai air mata saat bertemu dengannya. Saat menyanyikan lagu untuknya. Saat membacakan puisi untuknya. Kita semua larut dalam derai airmata. (bahkan 2 adam yang paling controversial di kelas kami pun menangis). Siapa lagi kalau bukan ibu Mardiaty ?? pemilik cinta sejati yang dicurahkan kepada kami.
Puncak perayaan Hari Guru itu ketika berjumpa dengan wali kelas. Dimoment ini kami gunakan sebaik-baiknya untuk mencurahkan rasa kasih sayang dan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada beliau. Dan tentunya kepada guru-guru yang lain. rangkaian ucapan maaf dan terimakasih terus kami ucapkan.

Aaah terharu juga mengenang masa-masa itu.


            Teruntuk semua guru yang telah membimbing kami,

Memang bukan intan atau berlian yang kami berikan, namun hanya untaian kata maaf dan terimakasih yang mampu kami beri. Sekalilagi, Maaf untuk segala tingkah laku kami yang tak berkenan dihati. Juga terimakasih untuk bimbingannya selama ini.

Happy Teacher Day


Dy

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda