Teacher Day
25 November diperingati sebagai hari Guru
Nasional. Inilah salah satu event yang kami nanti-nanti. Dengan penuh suka cita
kami menyusun rencana untuk memperingati Hari Guru.
Pertama
kali kami merayakan hari guru itu saat kelas XI SMK. Kok kelas XI ? kan waktu
kelas X masih kuper bin kudet. Hahaha
Ada
beberapa lagu wajib yang harus and mesti kudu dinyanyikan meski dengan suara
pas-pasan bahkan cenderung kurang. Diantaranya ialah Hymne Guru, Terimakasihku,
Terima Kasih Guruku, Sempurna, Bunda, dll (dan lupa lagi). Juga ada sepenggal
puisi yang selalu dibacakan oleh orang yang pendiam namun cenderung petakilan
(nah loh ?). uniknya puisinya itu gak pernah ganti dari hari ke hari. Dari
tahun ke tahun. Oiyaa kami biasa merayakan Hari Guru ini Satu Minggu. Itu
wajib. Bahkan jika ada guru yang absen diminggu tersebut, diminggu berikutnya
tetap mendapatkan Surprise dari kami.
Juga
ada beberapa ritual yang wajib dilakukan, yakni menyanyikan lagu wajib,
pembacaan puisi, dan ini acara inti yang paling sakral, yaitu mendengarkan
kisah dari Guru tentang perjalanannya dan perjuangannya untuk menjadi Guru.
Tangis dan tawa menjadi satu di fase ini.
Ada
pak Salman Ismail yang nangis didepan kelas saat berbagi cerita, kontan saja
beberapa murid pun ikut terharu dan dengan baik hati ada murid yang tak bisa
disebutkan namanya (alias lupa) memberikan selembar tissue pada beliau. Siapa
hayo yang pernah liat pak salman nangis ? hehehe
Gak
cuma pak salman yang nangis dikelas, juga ada Bu Suharmi, Bu Win, Pak Mawi, dan
Bu saidah. Bahkan tangis paling sedih keluar saat pelajaran Bu Ikrimah, karena
saat itu juga beliau berpamitan tidak bisa mengajar lagi. Lalu sebagai hadiah,
setangkai bunga mawar dari tas Anisa Syukriah pun diberikan.
Terus
bu Eliza pun sempat berbagi cerita sebelum pergi ke Riyadh. Sebelumnya Beliau
berkata “ibu tau, ini salah satu cara kalian biar ga belajar. Ini modus” lantas
tertawa. Anak-anak satu kelas pun membantah jika ini modus dan mengatakan kalau
ini tulus. (Duhilaah Ketauan. Hahaha.)
Lalu
Pak Marhadi juga berbagi cerita yang hebat tentang masa muda beliau. Beliau
menceritakan pengalaman hidupnya yang Mengagumkan loh !!
Dan
masih banyak lagi guru-guru yang membagi kisah hebat mereka kepada kami. Maaf
tak bisa disebut satu-satu. Karena memang hampir semua guru yang mengajar
dikelas kami membagi kisah hebatnya dimoment hari guru. Ini tidak mengurangi
rasa hormat kami dan tidak melupakan kisah hebat itu.
Tak
hanya kami yang memberikan kejutan kepada guru, ada satu guru inisialnya Pak
Husni, beliau memberikan kejutan berupa ulangan mendadak setelah kami
menyanyikan lagu wajib. Kebayang kan tuh siapa yang lebih terkejut ??
Tapi
ada satu guru yang menolak mentah-mentah mendengar suara kami, sebut saja
namanya Pak Edi. Dengan jujur beliau mengatakan “stop stop. Fales fales. Diem
diem”. Namun kami tak gentar, dan tetap bernyanyi. Coba tebak apa yang beliau
lakukan ? beliau duduk lalu pakai headset. Haaaap. Kitapun diam. Dan jujur pak,
bapak lah guru yang paling jujur. Hahaha
Dan
ini nih yang paling special. Ada derai air mata saat bertemu dengannya. Saat
menyanyikan lagu untuknya. Saat membacakan puisi untuknya. Kita semua larut
dalam derai airmata. (bahkan 2 adam yang paling controversial di kelas kami pun
menangis). Siapa lagi kalau bukan ibu Mardiaty ?? pemilik cinta sejati yang
dicurahkan kepada kami.
Puncak
perayaan Hari Guru itu ketika berjumpa dengan wali kelas. Dimoment ini kami
gunakan sebaik-baiknya untuk mencurahkan rasa kasih sayang dan terimakasih
sebanyak-banyaknya kepada beliau. Dan tentunya kepada guru-guru yang lain.
rangkaian ucapan maaf dan terimakasih terus kami ucapkan.
Aaah
terharu juga mengenang masa-masa itu.
Teruntuk semua guru yang telah membimbing kami,
Memang
bukan intan atau berlian yang kami berikan, namun hanya untaian kata maaf dan
terimakasih yang mampu kami beri. Sekalilagi, Maaf untuk segala tingkah laku
kami yang tak berkenan dihati. Juga terimakasih untuk bimbingannya selama ini.
Happy
Teacher Day
Dy

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda