Sabtu, 15 November 2014

sepenggal kisah setelah UN


Sekolahnya butuh waktu 3 tahun, tapi penentuan untuk kelulusannya hanya butuh waktu 3 hari. 3 tahun dan 3 hari itu beda jauh lhoo. Ah tapi yang ingin aku bahas bukan masalah waktunya, tapi masalah perjuangannya, masalah pengorbanannya, dan kenangannya.

Sekolah disini (baca : BHM) itu butuh perjuangan banget, berjuang untuk datang pagi-pagi biar ga telat, biar ga dihukum, dan biar ga dapet point. Berjuang saat musim ujian, harus berkutat dengan bermacam-macam buku, komat-kamit tiap pagi siang sore dan malam. Berjuang disaat ujian beradu dengan PR dan tugas lainnya. Berjuang untuk menyelesaikannya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan berjuang untuk perjuangan-perjuangan yang lain. Silahkan ditambahkan sendiri.

Juga butuh pengorbanan. Mengorbankan jarak yang tak dekat, mengorbankan waktu yang tidak sebentar, dan mengorbankan uang yang tidak sedikit. Yang rumahnya jauh pengorbanannya lebih besar, dari segi waktu, mereka berangkat lebih awal, dan sampai rumah lebih akhir. Dari segi keuangan, mereka memerlukan uang yang lebih banyak, untuk motor kalau haus, untuk motor kalau mendadak ngambek (mogok atau ban bocor), dan untuk keperluan sehari-hari disekolah. Rela mengorbankan waktu tidur dan main meski masih ngedumel, tapi tetep itu pengorbanan. Rela terkantuk-kantuk dan tertidur-tidur saat belajar, no problem, itu juga pengorbanan. Rela kehausan, kelaparan, kepanasan dan kelelahan, gak apa-apa, itu pengorbanan kok. Rela mengalami 9 L, lemah, lelah, letih, lesu, lemas, lunglai, lusuh, laper, dan lebay, namanya juga pengorbanan.

Dan ini kenangannya, banyak sekali, banyak banget. Dari awal MOS yang gak kenal siapa-siapa kecuali teman se-SMP (itu juga kalo ada barengannya dari SMP) sampai hafal nama temen-temen sekelas atau bahkan satu sekolah. Dari yang culun cupu sampai bermetamorfosis jadi alay lebay, eh sorry maksudnya bermetamorfosis jadi remaja tangguh meski hoby galau. Kalau boleh saya menulis dengan jujur, kelas XII alias kelas 3-lah yang paling berkesan. Banyak kejadian tak terduga, banyak momen mengharukan, dan ada peristiwa menegangkan.

Kejadian tak terduga yang akan menjadi rahasia untuk kita, pernah kabur atas nama solodaritas, pernah mogok dengan menjunjung tinggi arti solidaritas. Tapi ternyata itu ke-solidaritas-an yang salah. Kejadian ini tidak untuk diulangi apalagi ditiru !!!

Pernah juga yang telat gak boleh ikut pelajaran Matematika, disuruh nunggu di teras bak kaum marginal. Yang istimewa telat 2 menit dihukumnya 2 jam. Ada juga yang telat ngebersihin halaman sekolah sampai mencuci mukena musholah. Ada juga yang telat dan harus baca alma’surat dulu.

Momen mengharukan, sweet moment. Yang pasti itu pas Hari guru. Yaa itu hari special buat guru dan buat murid untuk menjalankan misi tersirat (modus). Emm pas hari ulang tahun guru juga deh. Lomba masak yang unforgettable karena selalu jadi juara (yaa walau ane ga ngebantuin). Waktu hang out bareng keliling Indonesia (TMII). Saat malam muhasabah dan pagi istigosah, Juga saat muhasabah dikelas, itu murni banjir air mata. Saat hari terakhir UN itu juga mengharukan. Dan disusul dengan perpisahan dan acar wisuda yang tak kalah mengharukan dan bahkan malah menyedihkan.

Dan satu lagi, Ada kejadian tak terduga sekaligus peristiwa menegangkan, yaitu “ngintip-ngintip dijendela, dan tiba-tiba ada yang masuk dan berorasi.” :D




Nb :
Hari pertama UN, langit cerah, seakan mendukung kami untuk tetap semangat UN. Di sela-sela UN ku rasakan sepi. Hening. Tak ada suara. Ku rasakan bingung ketika soal tak bisa ku jawab. Ku lirik ke kanan ia diam, ku lirik ke kiri itu tembok, ku lihat ke depan tak kelihatan, ku tengok kebelakang ia bungkam.
Apa aku harus jatuhkan tempat pensil agar ruangan tak sepi ??? tapi itu pelanggaran. Apa ku jatuhkan peraut agar berantakan ? atau harus ku patahkan penggaris agar kau mendengar ?
Tapi ternyata aku harus meneriakan kata “SELESAI” dihari terakhir UN. Dan kami akan meneriakkan kata “LULUS” ketika pengumuman nanti.

Dy_

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda